BEM Untad Kritik Penerimaan Casis Polisi, Ini Tanggapan Polda Sulteng

0
891
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari. Foto : Istimewa

KATAKU, PALU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tadulako (Untad), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kritik penerimaan Calon Siswa (Casis) Polisi.

Kritikan tersebut dibuat dalam sebuah video yang diposting di sosial media Instagram.

Baca juga di sini :

http://kataku.id/2021/07/03/polsek-palu-selatan-amankan-empat-pelaku-pencurian-sepeda-motor/

Video kritikan tersebut berdurasi satu menit 55 detik. Beberapa akun Instagram seperti @bemfakultasteknik_untad, @bemfebuntad dan beberapa akun lainnya telah memposting video ini beberapa jam yang lalu.

Dalam caption @bemfebuntad dituliskan “selamat datang di Indonesia dimana hukum tumpul ke atas tajam kebawah”. Mereka juga menambah hastag #copot_kapolda_sulteng.

Baca juga di sini :

http://kataku.id/2021/07/04/ppnbm-kembali-diperpanjang-mobil-toyota-turun-harga-hingga-puluhan-juta/

Dari video tersebut dituliskan bahwa kegiatan Casis Polisi digelar di aula Fakultas Kedokteran Untad, pada Rabu (30/6/2021).

Kegiatan ini dilakukan saat Provinsi Sulteng sedang melakukan pembatasan sosial karena lonjakan Covid-19.

Dalam video, mereka juga memperlihatkan surat edaran dari Pemerintah Provinsi Sulteng tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Dalam video juga tertulis kerumunan terjadi diduga tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Guys, itu rame guys,” sebut orang dalam video tersebut.

Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas Bidhumas, Kompol Sugeng Lestari, menanggapi kritikan BEM Untad, pada Minggu (4/7/2021).

Kompol Sugeng menjelaskan terdapat lima poin klarifikasi terkait video penerimaan Casis Polisi dari BEM Untad.

Poin pertama dijelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah benar merupakan penerimaan anggota Polri Polda Sulteng TA 2021. Kegiatan itu merupakan seleksi Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) yang dilaksanakan sejak (30/6) sampai dengan (3/7).

Kedua, seleksi diikuti oleh lebih kurang 380 peserta. Namun peserta terbagi dalam berbagai kelompok dan untuk yang mengikuti seleksi PMK pada (30/6) yaitu sebanyak 140 orang.

Ketiga, panitia seleksi mewajibkan para peserta untuk melampirkan surat Swab Anti Gen dengan hasil non reaktif yang berlaku satu kali 24 jam.

Keempat, panitia juga mewajibkan para peserta untuk mematuhi prokes seperti memakai masker, mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan hand sanitizer untuk para peserta.

Kelima, kursi para peserta diatur berjarak sesuai dengan protokol kesehatan.

Dan yang terakhir, panitia ikut memeriksa keaslian surat Swab Anti Gen para peserta. Dokter, Tim medis dan mobil ambulance juga ikut disiapkan dalam kegiatan tersebut.

Kompol Sugeng menyebutkan, Polda Sulteng membuka diri untuk menerima kritikan. Ini dilakukan mengingat Polisi adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Asalkan sesuai dengan fakta dan data yang ada di lapangan. Bukan hanya hasil pengamatan secara umum,” tutupnya. (rn)

LEAVE A REPLY