Peserta Vaksin Covid-19 Dimintai Foto Payudara, Alasan Pemantauan Kesehatan

0
110
Foto : Ilustrasi (istock)

KATAKU, BOYOLALI – Foto percakapan orang yang mengaku petugas Puskesmas dengan peserta vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ramai di media sosial. Peserta vaksin mengaku resah karena dirinya diminta untuk mengirim foto payudara dengan alasan pemantauan kesehatan.

Dilansir dari news.detik.com Foto tangkapan layar percakapan (chatting) WA tersebut diunggah akun Instagram @info_cegatan_boyolali pada Minggu (4/7). Hingga siang hari ini unggahan tersebut sudah mendapat 403 like dan 42 komentar.

Disebutkan di unggahan tersebut, seorang perempuan peserta vaksin COVID-19 di Puskesmas Teras resah karena setelah mendapat vaksin, dia mendapat intimidasi melalui kiriman pesan melalui WhatsApp (WA) dari nomor yang mengatasnamakan Puskesmas Teras, Boyolali.

Korban mengikuti vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Teras, Kecamatan Teras, Boyolali pada 26 Juni 2021 lalu. Setelah vaksin, korban mendapat telepon dan pesan melalui WA dari seseorang yang mengaku dari Puskesmas Teras. Petugas itu meminta foto-foto payudara korban dengan dalih pemantauan kesehatan untuk deteksi dini kanker.

Si pelaku mengatakan, pemeriksaan mendalam memang harus tatap muka. Namun karena kondisi kasus COVID-19 sedang meledak, sehingga pemeriksaan awal melalui visual foto. Si pelaku meminta foto organ intim korban secara detail dari berbagai sisi. Bahkan, juga memberikan tata cara memotretnya.

Akhirnya korban menanyakan tentang pesan itu ke Puskesmas Teras. Pihak Puskesmas lalu meminta nomor telepon ponsel yang menghubungi korban.

Kepala Puskesmas Teras, Titik Fauziyati, menegaskan nomor yang menghubungi peserta vaksin itu bukan milik pegawainya.

“Setelah kami kroscek itu bukan kontak (nomor HP) pegawai kami,” kata Kepala Puskesmas Teras, Titik Fauziyati, kepada wartawan Senin (5/7/2021).

Titik mengatakan korban memang mengikuti vaksinasi pada 26 Juni 2021 lalu di Puskesmas Teras. Kemudian pada Jumat korban menelepon pihak Puskesmas untuk menanyakan ada tidaknya pemantauan daring pasca vaksinasi.

“Kami jelaskan jika ada keluhan baru hubungi nomor itu yang tertera di kartu vaksinasi. Dari situ perempuan tadi langsung cerita kejadian tersebut,” jelasnya.

Titik menegaskan program vaksinasi dijalankan sesuai petunjuk teknis (Juknis) Kemenkes RI. Mulai dari proses screening, vaksin dan edukasi. Pemeriksaan dilakukan ketika penerima vaksin ada keluhan dan menghubungi kontak yang di kartu vaksinasi.

“Jadi kalau ada keluhan baru dilakukan pemeriksaan dan pemeriksaan vaksinasi. Tidak ada yang harus memfoto bagian tubuh seperti itu,” terang dia.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan hati-hati jika menerima informasi dari sumber yang tidak bertanggung jawab. Salah satu cara yang bisa ditempuh yakni dengan memastikan kebenarannya dengan menghubungi pihak berwenang.

“Jangan sampai ada kejadian serupa, apalagi ini program pemerintah untuk menuntaskan pandemi,” kata Titik.

Atas kejadian itu, korban, dan pihak Puskesmas Teras kemudian melapor ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Diwawacara terpisah, Kapolsek Teras, AKP Agus Marjoko, membenarkan adanya aduan kejadian yang menjurus ke tindak asusila tersebut. Ada dua korban yang melapor dan salah satu korban sudah mengirimkan foto tersebut.

“Untuk penanganan kasus ini, kami limpahkan ke Polres, ke Unit PPA (pelayanan perempuan dan anak),” tegas Agus kepada wartawan. (*)

LEAVE A REPLY