Pengetatan PPKM Mikro, Ini Penjelasan Pemkot Palu Terkait Pelaku Usaha dan Rumah Ibadah

0
147
Ilustrasi. Foto : Kataku

KATAKU, PALU – Wakil Wali Kota Palu, Reny Lamadjido mengatakan pengetatan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 17 tahun 2021.

Terkait hal ini, Reny menjelaskan telah menyiapkan tempat untuk karantina bagi masyarakat yang terpapar virus Covid-19 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Jalan S Parman, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Baca juga di sini :

http://kataku.id/2021/07/07/ada-paket-ppkm-di-billys-cafe-cek-di-sini/

“Ini untuk mengurangi kontak langsung dengan orang di sekitarnya dan akan mendapatkan perawatan yang lebih baik,” kata Reny, saat gelar rilis di Command Center, Selasa (6/7/2021).

Ia juga menjelaskan, terkait PPKM Mikro, Pemkot Palu tidak lagi melakukan penjagaan di perbatasan seperti sebelumnya.

“Melihat dari penyebaran Covid-19, ini bukan karena adanya pelaku perjalanan namun karena ada kontak erat antar keluarga atau disebut transmisi lokal,” ucapnya.

Sedangkan Sekretaris Kota, Asri menjelaskan, jam malam tetap berlaku bagi pelaku usaha. Ia juga mengatakan memberi beberapa kebijakan.

“Untuk pelaku usaha tetap sampai jam sembilan malam. Tetapi kita ada kebijaksanaan. Karena orang masih sementara makan, tidak mungkin kita usir,” sebutnya.

“Nah kita masih ada kebijakan mungkin sampai setengah jam. Karena pengunjung mengemas barang-barangnya dan menyelesaikan makanannya. Tidak mungkin kita hentikan sementara makan,” ucapnya kembali.

Asri menerangkan untuk rumah ibadah, pembatasan tetap berlaku seperti jamaah hanya 50% dari kapasitas tempat tersebut dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Jika tidak mematuhi, akan diberikan sanksi kepada pihak pengelolanya rumah ibadah itu sendiri,” kata Asri.

Bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan mempunyai gejala ringan, diharapkan dapat melapor ke puskesmas. (rn)

LEAVE A REPLY