DPRD Perihatin Dengan Kondisi Pelaku Usaha di Kota Palu

0
91
Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona. Foto : Istimewa

KATAKU, PALU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Mutmainah Korona menyayangkan Satgas Covid-19, dalam hal ini Tim Operasi Yustisi, bertindak tidak manusiawi.

“Seakan para pelaku usaha adalah pelaku kriminal,” sebut Mutmainah, Selasa (27/7/2021).

Ia mengatakan, sebaiknya, Tim Operasi Yustisi lebih persuasif dan dapat memahami prosedur kerja di lapangan.

“Kami sangat menyayangkan operasi yustisi sangat tidak mansuawi seperti,” katanya.

Mutmainah yang juga sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Palu, menjelaskan, seharusnya Tim Yustisi harus memberikan teguran awal dan kedua secara tertulis telebih dahulu kepada pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

Bahkan ada beberapa pelaku usaha tidak mengetahui adanya surat edaran baru mengenai sangsi memberikan kebutuhan pangan bagi penderita Covid-19 yang lagi isoman,” terangnya.

Menurutnya, denda berupa pemberian pangan kepada penderita Covid-19 tidak menjadi masalah, jika informasi mengenai surat edaran Wali Kota Palu itu sampai kepada semua pelaku usaha.

“Kami juga sangat prihatin dengan kondisi usaha di Kota Palu yang semakin menurun drastis terkait dengan pembelakukan jam malam,” ucapnya.

Ia meminta agar Tim Operasi Yustisi mencari alternatif lain, melihat kondisi pelaku usaha di Kota Palu terdampak parah.

“Perlu adanya perluasan informasi dan kesadaran bersama dalam menerapkan Prokes yang harus terus ditumbuhkan,” tambahnya.

Perlu diketahui, Tim Operasi Yustisi melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja selaku OPD dan beberapa aparat penegak hukum lainnya. (*)

LEAVE A REPLY