Pasutri Penukar Kartu ATM di Palu Terancam Kurungan Penjara Tujuh Tahun

0
14
Pelaku penipuan dengan cara menukar kartu ATM terancam hukuman penjara selama tujuh tahun. Foto : Polda Sulteng

KATAKU, PALU – Tim Scorpion Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil menangkap Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Hunian Tetap (Huntap) Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada 22 Juli 2021.

Pasutri ini berinisial Y (38 tahun) dan S (32 tahun). Mereka diringkus karena melakukan penipuan penukaran kartu ATM.

Pasutri ini juga ternyata telah buron sejak tahun 2019. Mereka juga diketahui telah melancarkan aksinya di tahun tersebut.

Mereka merupakan warga di Jalan Wera, Kelurajan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

“Mereka menjadi buron Jatanras Polda Sulteng nyaris hampir dua tahun,” ungkap Direktur reskrimum, Kombes Polisi Novia Jaya, saat melakukan konferensi Pers di Mapolda Sulteng, Kamis 29 Juli 2021.

Novia menjelaskan, para pelaku melancarkan aksinya dengan berdalih membantu korban yang kebingungan mengoperasikan mesin ATM.

“Kebingungan korban dimanfaatkan para pelaku untuk menukar kartu ATM milik mereka dengan ATM korban,” jelasnya.

Sebelum menukar kartu ATM korbannya, Pasutri terlebih dahulu mengawasi dan menghafal sandi dari ATM calon korbannya.

Ketika ATM korban telah berhasil ditukar, mereka menggasak seluruh uang tabungan korbannya.

“Mereka menggasak uang korban di beberapa ATM di Palu hingga mencapai Rp142 juta,” sebut Novia.

Akibat perbuatan ini, mereka dijerat dengan tindak pidana pencurian dengan ancaman kurungan penjara selama tujuh tahun lamanya.

Namun, salah seorang pelaku dengan inisial Y tidak dilakukan penahanan dikarenakan pelaku masih menyusui bayinya.

“Ini pertimbangan kemanusiaan dari penyidik,” ujar Novia. (rn)

LEAVE A REPLY