Ayo Sulteng, Kita Kuat

0
26
Foto : Ilustrasi

KATAKU – Pandemi Covid-19 di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), kian memprihatinkan. Puluhan bahkan ratusan warga terpapar virus Corona hingga membuat Rumah Sakit di Ibu Kota Sulteng ini sesak dan full.

Tenda-tenda sementara berdiri di halaman RS di Kota Palu, seperti di RS Anutapura dan beberapa RS lainnya.

Ratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Sulteng diketahui telah terpapar Covid-19. Mereka yang menjadi garda terdepan, tumbang dengan keganasan virus ini.

Cepatnya penyebaran virus Covid-19, membuat delapan wilayah di Sulteng, menyandang zona merah, seperti Kota Palu, Poso, Banggai, Banggai Kepulauan, Sigi, Morowali, Morowali Utara dan Tojo Unauna.

Hingga 8 Agustus 2021 kemarin, angka kumulatif kematian akibat Covid-19 sebanyak 840. Kota Palu, masih menjadi penyumbang kasus baru Covid-19 terbanyak di Sulteng.

Berbagai macam kebijakan dibuat oleh Pemerintah di wilayah yang memiliki 2,9 juta jiwa ini.

Mulai pengetatan operasi yustisi, penutupan perbatasan, sosialisasi 5M bahkan sampai memberlakukan PPKM dengan kategori level IV.

Banyak yang menjerit karena Covid-19, namun tak sedikit juga yang berteriak akibat kebijakan Pemerintah.

Berbagai macam protes dapat kita jumpai di media sosial, mulai dari protes perbatasan, turunya omset penjualan dan masih banyak lagi.

Namun lambat laun, masyarakat menyadari bahwa Pemerintah sedang berusaha melindungi mereka dari Covid-19. Kritikan soal kebijakan hilang dengan sendirinya, digantikan dengan aksi gotong royong memutus mata rantai virus.

Pemerintah Sulteng sampai ke tingkat Kelurahan, saat ini berlomba-lomba saling membantu masyarakat yang terpapar Covid-19 agar cepat pulih.

Masyarakat dan sejumlah tenaga kesehatan pun tak mau kalah. Mereka membantu dengan dana pribadinya untuk menyalurkan bantuan ke orang-orang yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Tak tanggung-tanggung, masyarakat sampai membuat group whatsapp dengan nama relawan Covid-19 per Kecamatan di Kota Palu.

Lihat ? Saat ini seluruh masyarakat bersatu saling bantu. Mereka tak peduli dengan kondisi ekonominya. Tidak ada lagi mempertanyaan “besok mau makan apa ?”. Semua hanya demi melihat Sulteng pulih dari Covid-19.

Kita tau bersama, masyarakat di Sulteng itu kuat. Diguncang trio bencana 2018 silam, membuat mental manusia di Bumi Tadulako bak baja.

Covid-19 akan segera berlalu jika kita semua mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Ayo Sulteng, kita kuat. (Nobody)

LEAVE A REPLY