Terkait Peristiwa di Buol, Ketua Umum Badko HMI Sulteng Minta Pemda Serius Tangani Covid-19

0
80
Ketua umum Badko HMI Sulteng, Mohammad Rafiq. Foto : Ist

KATAKU, PALU – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhammad Rafiq menyoroti penanganan Covid-19 di Kabupaten Buol.

Rafiq menjelaskan, pada kejadian pertama pada (18/8/2021), pihak keluarga dibantu sejumlah warga mendatangani RSUD Mokoyurli Buol untuk membawa jenazah Covid-19 secara paksa.

“Sejumlah warga bertindak anarkis hingga membuat sejumlah fasilitas rumah sakit rusak. Bahkan kabarnya nakes mendapat perlakuan kekerasan dari aksi jemput paksa itu,” jelas Rafiq, Sabtu (21/8/2021).

Aksi serupa terjadi lagi pada (20/8/2021). Pada video yang beredari di sosial media, tampak sejumlah warga bersama keluarga pasien datang menjemput paksa jenazah Covid-19.

Menurut Ketua Umum Badko HMI Sulteng, Kondisi itu tentunya membuat situasi keamanan di Kabupaten Buol jadi tidak stabil.

“Khususnya rumah sakit yang menjadi tempat nakes bekerja sebagaimana mestinya. Justru tindakan anarkis itu membuat nakes terganggu,” terang Rafiq.

“Apalagi, ada kabar bahwa PPNI ingin menarik nakes yang bertugas menangani Covid-19 di rumah sakit karena kejadian tersebut,” terangnya kembali.

Ia menegaskan pemerintah Kabupaten Buol dalam hal ini Bupati Buol dan aparat kepolisian mestinya bisa menjamin keamanan agar kejadian tidak terulang lagi.

“Apa yang terjadi beberapa hari ini hingga kemarin, adalah bukti pemerintah daerah dan aparat tidak maksimal menangani Covid-19,” tegasnya.

“Bahkan,pemda dan aparat sangat lambat bergerak mengantisipasi adanya kejadian serupa,” kata Rafiq.

Ketua Umum Badko HMI Sulteng mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang berusaha menyelamatkan Indonesia dari virus Covid-19 yang terus bermutasi.

“Jangan sampai ketidak seriusan bupati Buol membuat indonesia kesulitan keluar dari pandemi,” kata Rafiq.

Selain itu, HMI Sulteng juga meminta Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura agar bertindak tegas terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Buol.

“Kami meyakini, apa yang terjadi baru-baru ini adalah bukti pemda tidak maksimal menangani Covid-19,” ujarnya.

Terakhir, Ketua Umum Badko HMI Sulteng mengajak masyarakat untuk patuh dan memahami penanganan Covid-19.

“Sekarang ini kondisi semakin sulit dengan adanya pandemi. Kami sangat berharap masyarakat juga bisa saling baju membahu menyelamatkan Kabupaten Buol dari keganasan pandemi,” tandas Rafiq. (*)

LEAVE A REPLY