Akibat Covid-19, Instruktur Zumba Cantik di Palu, Banting Setir

0
401
Zin Chrystin Riris. Foto : Istimewa

KATAKU, PALU – Seorang instruktur Zumba, Zumba Instructor Network (Zin) Chrystin Riris, banting setir di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Wanita cantik dengan sapaan akrab Riris ini mengaku, terpaksa terjun ke dunia kuliner demi bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Riris yang kesehariannya berolahraga, ternyata lincah dalam hal memasak. Tidak main-main, kini instruktur Zumba ini tengah menjalani bisnis makanan yaitu nasi bakar.

Ia mengaku, memilih usaha tersebut karena nasi bakar disukai banyak kalangan, mulai dari tua hingga muda.

“Makanan itu kebutuhan hari-hari setiap orang. Jadi saya memilih di bidang kuliner,” ungkap Riris, Selasa (24/8/2021) siang.

Kini usaha nasi bakarnya telah jalan selama delapan hari. Orderan pun mulai berdatangan.

Tampilan nasi bakar. Foto : Istimewa

Riris mengatakan, dalam sehari, ia bisa mendapat orderan nasi bakar sebanyak 40. Harganya nasi bakarnya pun ramah di kantong, mulai dari Rp15 ribu.

“Ada tiga pilihan, ada nasi bakar ikan, ayam dan seafood,” ujarnya.

Saat ini, Riris hanya menerima pesanan nasi bakar melalui WhatsApp dan Instagram @chrystinriris.

“Kalau mau pesan silahkan DM IG saya saja,” sebutnya.

Riris telah menjadi instruktur zumba sejak tahun 2018. Jam terbang yang tinggi membawa dirinya hingga menjadi instruktur zumba di luar Kota Palu.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, Dirinya mengaku hanya membuka kelas private zumba.

“Saat ini hanya mengajar private di tiap-tiap member,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebelum Corona menggerogoti Kota Palu, ia bisa mengantongi Rp6 juta perbulan.

Namun, di saat Covid-19 menyerang dan pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM untuk mengurangi mobilitas, pendapatannya menurun drastis hingga 80%.

“Saat PPKM, Rp1 juta saja tidak sampai,” ucap Riris.

Namun, pandemi tidak menjadi penghalang bagi wanita kepala tiga ini untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

“Hidup berjalan terus, dan kita butuh pemasukan untuk menjalaninya. Life must go on,” sebutnya.

Zin Riris berharap, tren Covid-19 di Kota Palu menurun dan Bumi Tadulako kembali menyandang zona hijau. (Nbl)

LEAVE A REPLY