Pensiunan PNS Ditemukan Gantung Diri di Area Likuifaksi Petobo

0
4124
TKP gantung diri di area likuifaksi telah dipasang garis Polisi oleh Polsek Palu Selatan. Foto : Humas Polres Palu

KATAKU, PALU – Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditemukan tewas gantung diri di area likuifaksi Petobo yang berada tidak jauh dari Rumah Sakit (RS) bersalin Nasanapura, Jalan M Soeharto, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (8/9/2021), malam.

Pensiunan PNS itu bernama Harifin Tolule (59 tahun), berjenis kelamin laki-laki dan beralamat di Jalan Touwa.

Kapolres Palu, AKBP Bayu Indra Wiguno, menjelaskan, kronogi berawal saat rekan Harifin yang bernama Jeti, hendak mencarinya.

Baca juga di sini : http://kataku.id/2021/09/07/wub-skin-beauty-kenalkan-sabun-burung-walet-dapat-atasi-flek-di-wajah/

Namun Jeti saat itu tidak berhasil menemukan Harifin. Kemudian ia menanyakannya kepada rekannya bernama Imanuel.

“Saat Jeti bertanya kepada Imanuel, kemudian Imanuel teringat pesan terakhir korban, kalau korban tidak pulang-pulang, maka cari di pinggiran Likuefaksi,” kata AKBP Bayu Indra Wiguno, menirukan percakapan kedua saksi.

Promo produk WUB Skin Beauty. Khusus hari ini saja

Usai mengingat pesan Harifin, mereka langsung ke area likuifaksi di wilayah Petobo dekat RS bersalin tersebut.

Hingga akhirnya, Jeti dan Imanuel menemukan Harifin telah tergantung di pohon dan sudah tidak bernyawa.

Mereka pun bergegas meminta bantuan kepada warga sekitar.

“Dan warga segera menghubungi polisi, tidak lama kemudian personil Polsek Palu Selatan mendatangi lokasi itu untuk mengamankan TKP, dan telah diberi Police Line,” ujar Kapolres.

Saat ini, jenazah Harifin telah dibawa ke rumah keluarganya. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi.

Dari informasi rekan Harifin itu, korban mempunyai riwayat penyakit seperti maag akut dan asam lambung.

Di lokasi Harifin mengakhiri hidupnya, Polisi menemukan kertas yang berisi pesan terakhir Harifin.

“Ada beberapa catatan dari korban di kertas, yang bertuliskan bahwa korban sudah tidak tahan lagi terhadap penyakitnya, sehingga korban memutuskan untuk bunuh diri,” tutup Bayu. (nobody)

LEAVE A REPLY