Kejati Sulteng Selamatkan Uang Negara Rp1,5 Miliar Dari Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah

0
69

KATAKU, PALU – Tersangka dalam perkara
kasus dugaan korupsi pengadaan tanah, pada bagian Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong inisial ZF kembalikan uang kerugian Negara senilai Rp1, 5 miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Penyerahan uang itu, atas inisiatif ZF yang selanjutnya akan digunakan sebagai barang bukti di Pengadilan Negeri Klas 1 A PHI/Tipikor/Palu.

“Jaksa Penyidik pada bidang pidsus Kejati Sulteng berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar 1,5 miliar rupiah,”kata Kepala Kejati Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy, melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Sulteng, Reza Hidayat, Jumat (17/9/2021).

Reza menjelaskan, hal ini dilakukan setelah salah satu tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan tanah pada bagian Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Parigi Moutong tahun 2015-2016 berinisial ZF menyerahkan uang pengganti kerugian keuangan negara.

“uang tersebut, kemudian disetorkan langsung oleh Jaksa Penyidik Ariati dan I Gede Sukayasa, ke rekening penitipan Kejati Sulteng disalah satu bank,” ujar Reza.

Ia menambahkan, uang tersebut dititipkan berdasarkan Surat Perintah Penitipan Barang Bukti Nomor : Print-167/P.2.5/Fd.1/09/2021 tanggal 17 September 2021.

Sebelumnya uang tersebut disita oleh Penyidik berdasarkan Berita Acara Penyitaan hari jumat tanggal 17 September 2021.

“uang tersebut, nantinya akan digunakan sebagai barang bukti di Pengadilan, ” pungkasnya.

Dalam kasus ini ZF tidak sendiri sebelumnya, tim Penyidik Kejati Sulteng melakukan penahanan kepada inisial RM dan AR.

Mereka merupakan tersangka dugaan korupsi pengadaan tanah pada bagian pemerintah umum Sekda Kabupaten Parigi Mautong tahun 2015-2016.

Keduanya kini ditahan di Rutan Palu untuk 20 hari kedepan, sejak Jum’at (9/7) lalu. (nobody)

LEAVE A REPLY