Tingkatkan Pasokan Protein di Indonesia, Cargill Kucurkan Dana Rp1,7 Miliar Untuk Program Kampung Peduli Gizi

0
14
Foto : Ist

KATAKU, JAKARTA – Cargill Indonesia akan mengucurkan dana senilai Rp1,7 miliar, untuk memperkenalkan program Kampung Peduli Gizi.

Program ini disebut Cargill Indonesia guna untuk memperbaiki pasokan protein kepada masyarakat di Jawa dan Sulawesi.

Direncanakan, pada program Kampung Peduli Gizi, Cargill Indonesia akan membangun tiga pusat pembelajaran terpadu di Magelang, Pasuruan, dan Sidrap untuk melatih sekitar 1.000 peternak tentang produksi telur.

Dari ketiga pusat pelatihan ini  Cargill Indonesia akan memberikan kepada 3.000 masyarakat setempat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi asupan protein saat pandemi Covid-19.

Cargill akan bekerjasama dengan Cempaka Foundation, PINSAR Petelur Nasional Magelang, dan LOC Makasar, untuk melaksanakan modul pelatihan yang juga merupakan salah satu aksi dari respon cepat tanggap perusahaan terhadap Covid-19 di Indonesia.

Dengan begitu, program tersebut akan memperbaiki taraf kehidupan masyarakat setempat.

Secara nasional, Cargill juga telah memberikan donasi senilai 1,6 Juta USD dalam bentuk penyediaan stok sembako, alat kesehatan dan obat-obatan untuk membantu masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementeriian Pertanian RI, Nasrulla, memberikan apresiasi terkait program Cargill Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan inisiatif Cargill Indonesia melalui Cempaka Foundation dalam membantu memperkuat pemberdayaan masyarakat setempat, khususnya para peternak, sehingga dapat lebih maksimal dalam mengelola peternakan ayam petelur,” kata Nasrulla, Rabu 13 Oktober 2021.

Menurutnya, selama pandemi, rantai pasokan protein mengalami keterhambatan terutama kepada peternak, masyarakat, dan perekonomian di Indonesia.

“Oleh karena itu, program seperti ini sangat penting karena dapat meningkatkan keahlian dan kecakapan para peternak dalam mengelola perternakan mereka, meningkatkan produktivitas peternakan, meningkatkan efisiensi, menjaga pasokan protein, dan meningkatkan taraf kehidupan mereka,” sebutnya.

Direktur Cempaka Foundation, Sarifudin Lathif, mengatakan,<span;> pelatihan ini juga terbuka untuk para mahasiswa yang ingin belajar mengenai peternakan ayam petelur<span;>

Selain sebagai sarana edukasi, sarifudin juga menjelaskan, pusat pembelajaran tersebut akan turut berperan sebagai sumber penyediaan pasokan protein untuk masyarakat.

Ia menjelaskan kembali bahwa, sebanyak 3.000 kilogram telur yang dihasilkan dari ketiga pusat pelatihan, akan diberikan kepada masyarakat setempat.

“Kami sangat senang dipilih Cargill menjadi salah satu bagian dari Kampung Peduli Gizi, sebuah program yang dibuat untuk memberikan dukungan kepada peternak ayam petelur skala kecil sehingga mereka dapat mengelola peternakannya dan memungkinkan mereka untuk memiliki pendapatan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Foto : Ist

Hal yang serupa juga dituturkan oleh Ketua LOC Sulawesi, Kasman Malik dan Wakil Presiden PINSAR Petelur Nasion bagian Magelang, Nurcahyo.

Mereka menyebutkan bahwa akam bekerja sama dan akan meningkatkan pengetahuan peternak ayam petelur di wilayah yang telah disebutkan itu.

Terakhir, Managing Director of Cargill Animal Nautrition, Malaysia dan Indonesia, Max Park, berkata, C<span;>argill berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat khususnya di Indonesia.

“Kami benar-benar yakin bahwa Cargill dapat membantu peternakan ayam petelur dan masyarakat untuk berkembang dengan bekerja sama dengan mitra masyarakat melalui program Kampung Peduli Gizi,” kata Max Park.

Ia berharap, dari program ini, memungkinkan peternakan ayam petelur berskala kecil dapat menciptakan bisnis yang berkelanjutan, dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.

Perlu diketahui, selama 47 tahun perjalanan Cargill di Indonesia, senantiasa membuka kemungkinan untuk melakukan kerjasama jangka panjang dengan melibatkan masyarakat setempat.

Oleh karenanya, Cargill terus menghadirkan program-program yang bertujuan untuk menyediakan nutrisi kepada masyarakat yang membutuhkan, serta membantu masyarakat setempat dan peternak ayam petelur skala kecil untuk memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan. (*)

LEAVE A REPLY