Lelaki Feminin Dilarang Pemerintah China Tampil di TV

0
20
Foto : Istimewa

KATAKU – Lelaki berpenampilan feminin dilarang tampil di televisi (Tv) oleh Pemerintah China. Hal ini dilakukan untuk memperketat kontrol bisnis di negara tersebut.

Dilansir dariĀ cnnindonesia.com, Pemerintah China melarang laki-laki berpenampilan feminin atau tidak maskulin tampil di televisi. Mereka juga meminta pihak penyiar untuk mempromosikan budaya revolusioner pada Kamis (2/9).

Larangan dan permintaan itu menjadi bentuk kampanye pemerintah China dalam memperketat kontrol atas bisnis, masyarakat, dan menegakkan moralitas, termasuk dalam industri hiburan.

“Lembaga penyiaran harus dengan tegas mengakhiri program dengan estetika ‘cacat’ dan ‘banci’,” kata Administrasi Radio dan TV Nasional (NRTA) seperti dilansir Associated Press pada Jumat (3/9).

“Program seharusnya mempromosikan budaya tradisional China yang sangat baik, budaya revolusioner, dan sosialis yang maju,” keterangan NRTA.

Selain itu, pemerintah juga memperketat kontrol atas artis. Lembaga penyiaran disebut harus menghindari artis yang melanggar ketertiban umum atau tidak memiliki moralitas. Program yang menampilkan anak-anak artis juga dilarang.

Sebelumnya, Zhao Wei atau Vicki Zhao telah menghilang dari platform streaming tanpa penjelasan. Namanya juga telah dihapus dari kredit film dan program televisi.

Tak hanya itu, NRTA mengatakan pengaturan yang membatasi pembayaran kepada para aktor dan bintang tamu mesti dilaksanakan secara ketat. Para bintang juga diwajibkan berpartisipasi dalam program kesejahteraan publik serta memikul tanggung jawab sosial.

Pengumuman itu juga menyebut penghindar pajak bakal dihukum berat.

Pernyataan itu disampaikan setelah aktris top China Zheng Shuang didenda 299 juta yuan pada pekan lalu atas tuduhan penghindaran pajak. Hal itu disebut-sebut menjadi peringatan kepada artis untuk menjadi panutan yang baik.

Tak hanya itu, pemerintah China juga ‘memperbaiki’ fandom dengan menghapus seluruh daftar peringkat artis dari internet. Mereka juga meminta pengurangan fungsi tombol “like” dan “comment”.

Mereka juga meminta pihak artis dan pengelola situs penggemar mengetatkan aturan untuk menghindari fan saling merundung. Aktivitas penggalangan dana dan keterlibatan anak-anak juga dilarang.

Sebelumnya, badan pemerintah China itu sudah memperketat pengawasan terhadap sejumlah besar industri, mulai dari teknologi hingga pendidikan.

Hal itu dilakukan dengan dalih memperkuat pengendalian atas masyarakat dan sektor-sektor utama ekonomi setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan yang tak terkendali. (*)

LEAVE A REPLY