Lord Adi, Dari Petani Cabai Hingga Menjadi Finalis Master Chef Indonesia

0
24
Foto : Tangkapan layar Instagram Lord Adi

KATAKU – Siapa yang tak kenal dengan Lord Adi.

Finalis top tiga Master Chef Indonesia season delapan yang satu ini, ramai diperbincangkan warganet. Lord Adi terkenal dengan kepiawaiannya dalam memasak.

Pria bernama lengkap Suhaidi Jamaan, lahir pada 2 September 1979. Adi lahir di Desa Guguak, Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Pada tahun 1984, Lord Adi dibawa orang tuanya ke Malaysia. Di sana, Adi menempuh pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga kuliah.

“Jadi di sana saya bergaul dengan orang-orang Malaysia sampai mendapatkan pekerjaan,” ungkap Lord Adi dalam sebuah video di Youtube.

Adi hidup di Malaysia selama 30 tahun dan kembali ke Indonesia di tahun 2017.

Ia mengaku merupakan orang yang periang, suka berteman dengan siapa saja tanpa pandang bulu.

Lelaki yang satu ini, akan mual jika melakukan sebuah perjalanan menggunakan mobil atau bus.

“Saya akan mual jika mencium bau, apalagi bau asap dari mesin diesel,” sebut Adi.

Lord Adi mengungkapkan bahwa merupakan orang yang suka menentang atau melawan. Dirinya bahkan jarang masuk sekolah.

“Karena tidak suka dengar guru bilang begini, jadi saya main kabur saja,” ucapnya.

Saat telah menetap di Indonesia, tanpa mempunyai pengetahuan dalam bertani, Adi dengan terpaksa menjadi Petani cabai untuk bertahan hidup.

Hingga pada akhirnya, Lord Adi mendaftar untuk mengikuti kompetisi masak di Master Chef Indonesia.

Salah satu kontestan di Master Chef Indonesia season delapan, Brian, mengatakan, Lord Adi bukan orang sembarangan.

“Dandanannya seperti cowboy,” ucap Brian.

Brian mengaku, lelaki asal Sumatera Barat itu kesusahan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

“Saat berbicara menggunakan bahasa Inggris, Adi bisa dan lancar berkomunikasi,” ujarnya.

Brian juga menambahkan, saat audisi, Lord Adi hanya bermodal uang sebanyak Rp2.500 untuk membeli bahan.

Adi memperoleh bahan untuk masakannya seperti daging bebe, bumbu rempah, kentang, santan dan bahan lainnya, ia peroleh dari bahan sisa kontestan lain.

adi biaya untuk ikut audisi master chef hanya Rp2.500. saat itu adi hanya mengambil sisa daging bebe Viktor yang merupakan salah satu kontestan Master Chef. karena viktor hanya memakai bagian dada bebek dan bagian lainnya tidak terpakai.

“Salut banget sama Adi. Biarpun tidak masuk ke grandfinal, tapi Adi menjadi juara di masyarakat,” tutupnya. (nobody)

LEAVE A REPLY