Sesuai Surat Instruksi Mendagri, Kota Palu Menyandang Status PPKM Level II

0
68
Kunjungan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Foto : Kataku

KATAKU, PALU – Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yaitu Kota Palu, telah resmi menyandang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level II, Selasa 5 Oktober 2021.

Hal tersebut tertuang dalam surat instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Nomor 48 Tahun 2021. Surat ini dikeluarkan di Jakarta, Senin 4 Oktober 2021.

Dalam surat itu, dituliskan bahwa, delapan Kabupaten dan satu Kota di Sulteng, sekarang menyandang PPKM level II.

Wilayah yang dimaksud adalah Kabupaten Donggala, Tolitoli, Morowali, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, Tojo Unauna, Sigi, Morowali Utara, dan Kota Palu.

Sebanyak empat Kabupaten di Sulteng, masih setia bertahan di status PPKM level III. Wilayah itu ialah Kabupaten Banggai, Poso, Buol dan Banggai Laut.

Sedangkan dari akun resmi Pemerintah Kota Palu di media sosial Facebook dengan nama Humas dan Protokol Setda Kota Palu, menuliskan bahwa saat ini Bumi Tadulako tengah berada di PPKM level II.

Akun ini juga menyebutkan, PPKM level II dimai sejak hari ini tanggal 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021, mendatang.

“Meskipun sudah turun level, jangan sampai lalai dalam mematuhi protokol kesehatan ya,” tulis akun tersebut.

Dihat dari pusat data dan informasi tentang update Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Sulteng pada Senin 4 Oktober 2021, kemarin, dituliskan bahwa, jumlah komatif pasien dalam perawatan di Kota Palu tersisah 42 orang.

Pasien Covid-19 itu sebagian menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Palu dan sisanya menjalani Isolasi Mandiri (Isoman).

Adapun data penyebaran pasien Covid yang menjalani perawatan di RS adalah RS Madani 6 orang, RS Anutapura 4, RS Undata 4, RS Shindu Trisno 3, RS Wodwar 5, RS Bhayangkara 5, RS Budi agung 1, RS Sis Aljufri 4 dan 10 orang menjalani Isoman. (*)

LEAVE A REPLY