Putih Biru

0
13
Ilustrasi. Foto : Ist

KATAKU, – Semua insan pasti punya cerita masing-masing tentang kisah cinta. Sama seperti saya, yang juga punya cerita menarik tentang hal ini.

Siapa sangka, calon istriku ternyata telah saya temui saat berumur 14 tahun dan kita duduk sekelas di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ya, waktu itu, kami masih mengenakan seragam putih biru.

Menurutku, Tuhan itu adil. Saya sudah merantau di beberapa kota dengan bertemu beberapa wanita. Namun, berakhir dengan teman sekelas sewaktu SMP. Memang jodoh tidak ada yang tau.

Saya bukan tipe lelaki yang doyan gonta-ganti pasangan. Saking lamanya menjalin hubungan dengan wanita, kalo nyicil kendaraan, pasti sudah lunas.

Sejak duduk di bangku SMA, saya dan calon istriku jadi jarang berkomunikasi. Hingga lebih kurang tujuh tahun kemudian, kami dipertemukan kembali di bulan puasa.

Saat itu, saya mengajaknya untuk pacaran. Tapi ajakan itu langsung ditolak. Ia mau, jika langsung ke jenjang yang lebih serius, menikah.

Mendengar itu, tak menunggu waktu lama, wanita ini langsung saya pertemukan dengan kedua orang tuaku.

Ia awalnya tidak percaya namun siapa sangka, sekarang, kami berdua telah melewati prosesi lamaran. Senyum lebar sudah pasti sedang membalut di wajah kami berdua.

Sampai sekarang, kadang kita masih suka sering ketawa bersama jika berpikir jodoh selama ini ternyata teman sekelas.

Sejak kita mulai jalan pertama, banyak komentar positif dari teman dan kerabat dekat. Tak sedikit juga beri komentar, kalau wajah kami berdua itu sama. Orang-orang di sini bilang ‘muka jodoh’.

Hingga prosesi lamaran selesai, kami masih menerima komentar positif, terlebih lagi dari keluarga.

Cerita ini sudah selesai saya tulis dengan sangat panjang, namun tak berani untuk dipublish. Saya berharap, ada pelajaran yang dapat pembaca ambil dari kisahku.

Kami berdua juga memohon doa para pembaca untuk kelancaran pernikahan hingga November 2021 mendatang.

Bersambung. . . (Nobody)

LEAVE A REPLY