Tak Dapat Dukungan Pemerintah, Atlet MMA Sulteng Sabet Juara 2 di Jakarta, Gunakan Tabungan Pribadi

0
80
Nando, putra asli asal Tolitoli sabe juara dua di ajang MMA Championship Jakarta 2021, tanpa dukungan Pemerintah. Foto : Kataku

KATAKU, PALU – Atlet seni bela diri campuran atau dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA),Farid Fernando (28 tahun), mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di event MMA Championship di Jakarta, Sabtu 13 November 2021.

Lelaki dengan panggilan Nando ini, dapat berbangga diri, pasalnya, dirinya menyabet juara dua dari puluhan atlet yang mengikuti ajang MMA tersebut.

Dibalik rasa senangnya itu, ada kekecewaan yang terbesit pada Nando, putra asal Kota Tolitoli tersebut. Dirinya tidak mendapat dukungan dari pemerintah daerah ataupun provinsi.

Nando mengikuti ajang MMA di Jakarta itu berbekal uang tabungannya sebanyak Rp12 juta dan Rp3 juta lainnya dari sponsornya yaitu Diamond Komputer dan Universitas Madako Tolitoli.

Nando sabet juara dua di ajang MMA Championship Jakarta 2021. Foto : Kataku

Nando mengaku telah meminta dukungan dari Dispora Tolitoli dan Koni Sulteng untuk memberikannya dukungan agar dapat mengikuti ajang MMA Championship Jakarta.

“Dispora Tolitoli tidak ada anggarannya dan Koni Sulteng, saya tidak dapat bertemu ketuanya karena disebut lagi sibuk,” ungkap Nando, saat ditemui langsung di salah satu cafe di Kota Palu, Jumat 19 November 2021.

Ia juga rela menunggu sejak subuh untuk bertemu Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura. Namun pertemuannya itu tak berlangsung lama, lebih kurang 10 menit, karena Gubernur saat itu punya agenda lain.

Di Jakarta, putra asli asal Kota Tolitoli itu harus menyewa pelatih, dengan mengguanakan dana pribadi sebesar Rp900 ribu perjamnya, selamat 14 hari.

Nando pun juga sempat nyaris tak dapat mengikuti ajang tersebut dikarenakan tidak mempunyai pelatih dan tim official saat mengikuti lomba.

“Saya di sana sempat adu mulut hingga akhirnya dapat mengikuti ajang itu seorang diri. Saya ingin mengharumkan nama Sulteng di Nasional, melalui olahraga MMA,” ujar Nando.

Putra asal Kota Tolitoli itu berharap, pemerintah daerah dan provinsi dapat mendukung para atlet seperti di bidang olahraga bela diri campuran.

“Sayang saja, kita anak daerah yang berpotensi dan ingin mengharumkan nama Sulteng di Nasional, tidak dilirik pemerintah setempat,” sebutnya.

Perlu diketahui, Nando mempelajari ilmu bela diri campuran sejak 2018 dan secara otodidak.

Pada Desember 2019 lalu, Nando mengikuti audisi MMA One Pride dan kini di tahun 2022, dirinya akan tampil di ajang One Pride tersebut membawa nama Sulteng. (*)

LEAVE A REPLY