Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Dengan Benar

Apakah kamu seorang pelajar yang sedang menyelesaikan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL)? Atau justru seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi? Hem, apakah kamu sudah tahu bagaimana cara penulisan daftar pustaka dari jurnal?

Ketika membuat laporan, makalah, atau skripsi, kamu bisa saja menemukan adanya plagiat. Hal ini terjadi ketika kamu tidak mencantumkan sumber asli dari bahan tulisan yang dibuat.

Karena itu, penting sekali untuk kamu mencantumkan daftar pustaka atau yang biasa disebut sebagai referensi. Untuk kamu yang belum tahu, daftar pustaka merupakan sebuah susunan tulisan yang ada di akhir suatu karya ilmiah, Isi dari daftar pustaka umumnya mencakup nama penulis, judul tulisan, identitas penerbit, nama penerbit, serta tahun terbit.

Tujuan dari penulisan daftar pustaka ini adalah untuk membantu pembaca dalam mengetahui lebih dalam mengenai sumber kutipan karya ilmiah yang ditulis.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal

Cara penulisan daftar pustaka dari jurnal perlu kamu ketahui. Mengapa? Hal ini karena adanya daftar pustaka sangat penting, lantaran itu menjadi petunjuk bahwa tulisan tidak hanya dibuat berdasarkan pemikiran orisinil penulisnya saja, tapi juga mendapat banyak rujukan dari berbagai sumber lain.

Terdapat sejumlah aturan dasar yang mesti dicantumkan ketika menuliskan daftar pustaka, diantaranya yaitu nama, tahun terbit, judul buku, juga kota dan nama penerbit. Lalu bagaimanakah cara menulis daftar pustaka dari jurnal? Berikut penjelasannya.

Kamu akan lebih mudah memahami cara penulisan daftar pustaka dari jurnal apabila mengetahui urutan / susunan penulisannya. Karena itu, kami akan memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Urutan menulis daftar pustaka yaitu sebagai berikut: Nama belakang penulis, nama depan penulis (baik satu penulis ataupun lebih). (Tahun Terbit). “Judul jurnal”. Nama jurnal yang ditulis italic / miring, volume jurnal yang ditulis italic / miring, (Issue atau nomor), Halaman. 

Trending:  Bagaimana Cara Buat Fake Number Indonesia Untuk Verifikasi

Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal

Setelah memahami aturan serta susunan penulisan daftar pustaka dari jurnal, rasanya kurang lengkap apabila tidak sekalian dengan contohnya. Baiklah berikut merupakan contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal.

  • Tria, T. & Risna. G. (2020). Healthy: Cara Hidup Sehat di Era Pandemi, 2 (1), 30 – 40. 

Ketika referensi jurnal terdiri dari dua penulis, kamu harus tetap menuliskan nama keduanya.

  • Richard dkk. (2014). Chinese: Hidup Lebih Cerah Tanpa Narkoba, 2 (1), 50 – 60.

Apabila jurnal terdiri dari 6 penulis, kamu tidak perlu menuliskan semua nama penulisnya. Kamu cukup menuliskan nama belakang penulis pertama dan diikuti dengan “dkk”. 

  • Heri, O. (2001). Epidemiologi diabetes dan metabolisme, 543 -566. Diakses 21 Mei 2013, dari Universitas Indonesia.

Contoh ini bisa kamu tulis ketika mengambil jurnal dari universitas. Kamu harus menambahkan tanggal diaksesnya artikel berikut nama universitasnya. 

Demikianlah cara penulisan daftar pustaka dari jurnal, lengkap dengan aturan, susunan, serta contoh penulisannya. Cara ini mungkin terlihat agak rumit di awal. Tapi seiring berjalannya proses pembuatan tulisan, kamu akan merasa semakin mudah dalam membuat daftar pustaka ini. 

Bukan hanya dari jurnal, referensi dari buku, artikel, website, serta sumber lain pun harus kamu cantumkan dalam daftar pustaka di setiap tulisanmu. 

Ingat, jangan pernah melewatkan daftar pustaka dalam setiap karya tulis buatanmu. Hal ini karena daftar pustaka adalah bagian penting yang dapat meningkatkan kualitas tulisan mu.