Terkait Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur, Polri Pastikan Penanganannya Sesuai Prosedur

0
16
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono. Foto : Divisi Humas Polri

KATAKU, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan penanganan hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, memaparkan kronologi penanganan perkara itu. Mulai dari tindaklanjut pihak kepolisian tentang adanya laporan hal itu ke Polres Luwu Timur.

Dikatakan Irjen Argo, bahwa, usai menerima laporan itu, Polisi mengantar ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Argo, Jumat 8 Oktober 2021.

Sementara itu, dari laporan hasil assesmen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur, bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

“Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut saat melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar, terlihat cukup baik dan normal.

Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis. Sedangkan dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 lalu juga melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020, juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya. (*)

LEAVE A REPLY