Data BOR Salah, Mutmainah Minta Longgarkan Aktivitas Masyarakat

0
60
Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona. Foto : Istimewa

KATAKU, PALU – Pemerintah Kota Palu, menyebutkan bahwa terjadi kesalahan pemberian data indikator Bed Occupancy Rate (BOR) kepada Pemerintah Pusat.

Akibatnya, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, sampai saat ini, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih menyandang level IV.

Menurut anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona, karena kesalahan data BOR, banyak pihak akhirnya terdampak.

“Seperti para pelaku usaha dan aktivitas masyarakat seperti olahraga dan lain-lain,” ungkap Mutmainah, Sabtu (11/9/2021).

Ia meminta, Pemerintah Kota Palu, segera membenahi hal tersebut dan harus lakukan mengevaluasi secara internal.

Mutmainah juga berharap, ada solusi atau alternatif untuk melonggarkan aktivitas sosial.

“Agar para pelaku usaha dan aktivitas masyarakat lainnya hingga olahraga, dapat dilakukan sebagaimana mestinya,” harapnya.

Tentunya, pelonggoran aktivitas masyarakat tetap dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Mohon dibenahi segera,” tegas Mutmainah.

Dilansir dari Pos Kota Sulteng, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengungkapkan, seharusnya PPKM Level 4 di Kota Palu tidak diperpanjang, tetapi turun ke level 2.

Hal ini lantaran adanya miss pada laporan persentase BOR.

“Dari hasil koordinasi ada miss pada Laporan BOR tersebut, jadi menurut laporan seakan BOR kita tidak menurun, padahal saat ini berada posisi 30 persen,” jelasnya, Jumat (10/8/2021).

Wali Kota berharap, dengan adanya koreksi tersebut, pemerintah pusat dapat segera menurunkan status PPKM di Palu.

“Kita berharap pada pekan depan status kita turun ke level dua,” harapnya. (nobody)

LEAVE A REPLY