Pemuda Ini Hasilkan Jutaan Rupiah Dalam Sehari, ini Kerjanya

0
251

Kataku.id – Bekerja sebagai videografer pernikahan, pemuda ini hasilkan puluhan juta rupiah hingga dapat membeli berbagai macam barang elektronik.

Siapa sangka, menjadi videografer pernikahan ternyata dapat meraup banyak pundi-pundi rupiah.

Sebagian orang menganggap pekerjaan ini sepeleh dan kurang diminati. Berbeda halnya dengan pemuda yang satu itu, Adi Herianto (26 Tahun).

Panggilan akrabnya Adi. Ia sudah bergelut sebagai videografer pernikahan sejak bulan Juni 2017. Saat itu Adi masih duduk dibangku kuliah semester tujuh.

Saat ini, ia telah dinyatakan lulus Strata satu di Universitas Tadulako, Fisip, Ilmu Komunikasi.

Ia menjelaskan, menjadi videografer pernikahan itu terbilang sulit. Sebab, dirinya harus mengetahui kemauan pengguna jasanya tersebut.

“Kalau diawal susah. Tapi sebenarnya tergantung komunikasi kita dengan client,” ujar Adi, Jumat (11/6/2021).

Saat itu ia mengungkapkan masih menggunakan kamera Canon 5DM2. Alat tersebut yang membawanya mencapai puncak karirnya sekarang.

“Sekarang kameraku Sony A7M3,” ucapnya.

Ia mengaku menerima uang Rp350 ribu saat pertama kali mendapatkan pekerjaan menjadi videografer pernikahan dalam waktu tiga hari kerja.

Saat ini, ia dapat mengantongi uang sebesar Rp5 juta dalam satu hari kerja.

“Paling besar Rp8 juta dalam dua hari,” terangnya.

Dari hasil kerja kerasnya itu, ia dapat membeli berbagai macam jenis lensa untuk kebutuhannya.

Tidak hanya itu, ia mengatakan telah membeli berbagai macam barang elektronik untuk kebutuhan di rumahnya.

Melihat hal ini, Adi mengaku orang tuanya merasa sangat senang melihat dirinya yang kini mandiri.

Usai lebaran bulan Mei kemarin, Adi mengaku banyak client yang menghubunginya dan ingin memakai jasanya.

“Sampai bulan Agustus padat job,” ucap Adi.

Ia mentaksir dari bulan Mei hingga Agustus nanti, dirinya dapat memperoleh lebih kurang Rp70 juta dari pekerjaannya itu.

Ia berpesan untuk orang yang mau menjadi videografer pernikahan agar tidak minder karena keterbatasan alat.

“Saya juga dulu terbatas oleh alat. Yang penting itu niatnya mau maju dan terus belajar,” terang adi.

Ia menambahkan, disiplin dan tidak menunda-nunda suatu pekerjaan adalah salah satu kunci untuk dapat meraih kesuksesan. (RN)

LEAVE A REPLY