Pelaku Usaha di Palu Minta Tim Yustisi Lebih Humanis

0
66
Foto : Kataku

KATAKU, PALU – Pengelola Cafe Billys, Mohammad Nabil meminta Tim Operasi Yustisi Kota Palu, berlaku lebih humanis dan lebih mengedepankan sosialisasi dan edukasi salam melakukan razia kepada para pelaku usaha.

“Setiap kali razia itu, kami selalu dimarahi dengan suara keras dari petugas,” ucap Nabil, Kamis 12 Agustus 2021.

Nabil menilai, perlakuan petugas saat beberapa kali melakukan razia tidak mengedepankan sosialisasi edukasi dan tidak humanis.

“Sebelum ada razia kami sudah baca surat edaran walikota, kami berusaha untuk menaatinya, kami laksanakan prokes. Hanya saja perlakuan petugas menegur dengan nada keras, pastinya berimbas kepada pengunjung. Pengunjung juga sangat ketakutan, itu yang kami maksud seharusnya mengedepankan humanis,” Kata Nabil.

Demikian, Nabil juga menuturkan saat ini pendapatan di masa PPKM sangat menurun drastis, sehingga memaksakan untuk melakukan pengurangan karyawan dan memotong gaji.

“Dengan adanya pembatasan yang ada, kami upayakan untuk membantu pemerintah, minimal dengan mematuhi surat edaran,” harapnya.

Kasat Pol PP, Trisno Yunianto, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan penindakan baik kepada pelanggar protokol kesehatan maupun pelaku usaha di Kota Palu.

Trisno menjelaskan, untuk pelanggar prokes, denda yang diberikan sebanyak Rp100 ribu. Sedangkan untuk pelaku usaha diberi sanksi sosial sebanyak Rp500 sampai Rp600 ribu dalam bentuk sembako.

“Sejak diberhentikan denda kepada pelaku usaha sebanyak Rp2 juta, banyak ditemukan pelanggaran, mungkin sudah sampai 50 cafe,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejak tanggal 10 Agustus sampai 23 Agustus 2021 nanti, untuk wilayah Citraland, hutan kota, vatulemo, patung kuda dan masjid agung, buka sampai jam 10 malam.

“Yang di luar kawasan itu, hanya sampai jam sembilan malam saja. Tidak ada take away lagi,” tutupnya. (rn)

LEAVE A REPLY