Home » 5 Fakta Johatsu, Menghilang dari Kehidupan Tanpa Jejak

5 Fakta Johatsu, Menghilang dari Kehidupan Tanpa Jejak

kataku.id – Apakah anda pernah mendengar mengenai istilah Johatsu? Yang mana istilah Johatsu ini berasal dari Jepang yang memiliki arti menghilang dari kehidupan tanpa jejak. Lalu apa itu Johatsu sebenarnya? Simak faktanya dibawah ini.

Makna Johatsu yakni menghilang dari kehidupan tanpa jejak bukan berarti menghilang secara fisik seperti ilmu ninja yang anda nonton di film Naruto atau film ninja lainnya dimana istilah ini benar-benar mengartikan cara menghilangkan diri begitu saja tanpa meninggalkan jejak seperti dengan bunuh diri karena memang apabila diartikan seecara harfiah johatsu artinya penguapan.

Hal ini pastinya cukup menarik untuk dibahas bukan? dimana dibalik kecanggihan teknologi dan kemajuan negara Jepang, ternyata ada sebuah fenomena yang bisa dikatakan unik atau bahkan “miris dimana banyak orang Jepang meninggalkan identitas mereka sebelumnya dan memulai hidup baru secara diam-diam.

Adapun rasa malu adalah salah satu penyebab utama johatsu dimana banyak orang menghilang setelah kehilangan pekerjaan, pernikahan yang gagal, atau karena memiliki utang yang besar dan tidak ditanggulangi dimana Jepang dikenal sebagai negara dengan budaya “malu” yang tinggi. Orang yang melakukan johatsu bisa menghilang dan lenyap begitu saja sehingga menimbulkan pertanyaan atau kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Bagi beberapa negara fenomena menghilang dari kehidupan sosial tentunya masih dianggap aneh dan tabu dan tidak memiliki alasan yang logis sama sekali karena akan meninggalkan orang tersayang, teman hingga riwayat kehidupan yang lain. Bahkan Johatsu, bisa menjadi indikasi pelanggaran hukum seperti penculikan, pembunuhan, pemalsuan identitas dan lain sebagainya.

Fakta Johatsu, Menghilang dari Kehidupan Tanpa Jejak

Alasan Johatsu, Menghilang dari Kehidupan Tanpa Jejak

Jepang memang dikenal sebagai negara dengan tingkat disiplin yang sangat tinggi. Warga Jepang juga dituntut untuk bekerja keras karena ekspektasi masyarakat di sana memang begitu tinggi. Sayangnya, di balik itu semua, ada sebuah sisi gelap bernama depresi dan ketidakmampuan masyarakat dalam menghadapi realitas kehidupan.

Trending:  Cara Live di TikTok Tanpa 1.000 Followers, Apakah Bisa?

Jepang juga menjadi salah satu negara dengan angka orang hilang tertinggi di dunia. Dalam laman Statista, disebutkan bahwa pada 2020 saja sudah ada 77 ribu orang hilang di Jepang per tahunnya. Mayoritas dari mereka memang sengaja menghilang. Ada banyak hal yang menyebabkan fenomena ini terus bertumbuh di sana.

Tekanan hidup, masalah rumah tangga, persoalan ekonomi, depresi, kejenuhan dalam rutinitas, dan pernikahan yang tak harmonis menjadi penyebab utama. Faktanya, mengurus perceraian di Jepang sangat sulit dan berbelit, sehingga mereka yang sudah tidak tahan dengan pernikahannya justru memilih untuk menjadi Johatsu.

Pelaku Johatsu tetap dianggap legal Selama tidak melakukan kriminal

Jepang memiliki peraturan dan hukum tersendiri menyikapi Johatsu ini dimana apabila di negara lain kasus orang hilang diselidiki dengan serius oleh kepolisian namun berbeda dengan di Jepang. Selama pelaku Johatsu tidak melakukan tindak pidana berat, seperti membunuh, korupsi, pencucian uang, perampokan, pencurian, pemerkosaan, penyiksaan, dan penculikan, maka seseorang berhak untuk menghilang.

Semua orang hilang yang ditangani oleh perusahaan juga dipastikan hanya bersangkutan dengan kasus-kasus perdata dan bukan pidana. Selain itu, undang-undang di Jepang memang sangat menjunjung tinggi privasi atau nilai-nilai privat bagi seluruh warga negaranya. Namun mirisnya disisi lain, fenomena Johatsu hanya akan menimbulkan kesedihan dan trauma mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan karena kehilangan tiba-tiba orang yang disayangi.

Ada perusahaan khusus yang memberi fasilitas bagi Johatsu

Yang menarik adalah dimana di Jepang ada beberapa perusahaan yang membuat pelaku Johatsu ini semakin dipermudah dimana perusahaan-perusahaan tersebut bertugas untuk mengurus dan memberikan fasilitas bagi orang Jepang yang akan menghilang dari kehidupan lamanya. Bahkan perusahaan ini memberikan identitas resmi yang baru.

Trending:  Kode Redeem Stumble Guys Hari Ini Belum Dipakai

Adapun biaya untuk melakukan Johatsu melalui perusahaan relatif cukup mahal. Umumnya, pihak agensi akan melihat serumit apa kehidupan kliennya tersebut. Puluhan hingga ratusan juta rupiah harus disediakan bagi pelaku Johatsu sesuai dengan paket yang akan diambil. Akan tetapi, perusahaan ini hanya menerima klien dari warga negara Jepang saja.

Johatsu Bukanlah Satu-satunya metode dari banyak cara menghilang di Jepang

Perlu anda ketahui, bahwa Johatsu bukan satu-satunya cara bagi orang Jepang untuk menghilang dari kehidupan dimana Jepang memiliki hutan yang digunakan oleh banyak orang untuk menghilang dengan cara bunuh diri. Salah satu yang terkenal adalah Hutan Aokigahara yang sejak dulu sering dijadikan tujuan bagi mereka yang ingin mengakhiri hidupnya.

Demikian informasi mengenai istilah Johatsu ini berasal dari Jepang yang memiliki arti menghilang dari kehidupan tanpa jejak yang mana pastinya hal ini bisa menjadi keputusan yang salah sebab bisa dikatakan hal ini sebagai tindakan “pengecut” untuk lari dari masalah dan meninggalkan orang-orang tersayang anda.